Dalam rangka meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap tata kelola keuangan desa yang akuntabel dan aplikatif, telah dilaksanakan kegiatan *Benchmarking dan Kuliah Lapangan tentang Sistem Keuangan Desa (Siskeudes)* di *Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo*. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa secara langsung dengan praktik pengelolaan administrasi dan keuangan desa melalui kerja sama bersama mitra di lapangan.
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari secara nyata bagaimana *Sistem Keuangan Desa (Siskeudes)* digunakan dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa. Melalui pendekatan pembelajaran lapangan, mahasiswa tidak hanya memperoleh penjelasan teoritis, tetapi juga menyaksikan secara langsung penerapan sistem yang digunakan oleh aparat desa dalam mengelola keuangan desa secara tertib, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan praktis bersama mitra, termasuk pengenalan alur kerja Siskeudes, observasi proses input data, diskusi mengenai dokumen perencanaan dan pelaporan, serta tanya jawab langsung dengan aparatur desa yang menangani pengelolaan keuangan. Keterlibatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam karena mahasiswa dapat memahami tantangan teknis maupun administratif yang dihadapi dalam pengelolaan keuangan desa sehari-hari.
Kegiatan benchmarking ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk membandingkan pemahaman yang diperoleh di kelas dengan praktik riil di lapangan. Melalui interaksi langsung dengan mitra desa, mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai pentingnya kompetensi teknis, ketelitian administrasi, dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana desa. Pembelajaran semacam ini memperkuat kemampuan analitis mahasiswa dalam melihat hubungan antara regulasi, sistem, dan implementasi kebijakan di tingkat desa.
Dosen pendamping menyampaikan bahwa kuliah lapangan berbasis kemitraan merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk membangun pengalaman akademik yang kontekstual. Dengan hadir langsung di lingkungan pemerintahan desa, mahasiswa dapat belajar dari praktik terbaik, memahami dinamika kerja aparatur desa, serta mengembangkan keterampilan profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka menilai bahwa pengalaman belajar di lapangan memberikan wawasan yang lebih luas dan membantu mereka memahami materi secara lebih utuh dibandingkan hanya melalui pembelajaran di kelas. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan mitra desa dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pengelolaan keuangan desa.
Melalui kegiatan *Benchmarking dan Kuliah Lapangan tentang Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) di Desa Haya-Haya*, diharapkan mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan profesional di bidang pemerintahan, akuntansi sektor publik, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra lapangan dalam menciptakan proses pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berdampak nyata.
