Prodi Akuntansi Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo

Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo Mengikuti Pembahasan Pembuatan Pembukuan di Rumah Mas Joko Lamongan

Program Studi Akuntansi Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pengajaran dengan mengintegrasikan dunia industri ke dalam kurikulumnya. Salah satu langkah penting yang diambil adalah melalui intervensi pengukuran Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan penambahan studi kasus riil yang berfokus pada pembuatan pembukuan. Mitra yang dipilih untuk studi kasus ini adalah Rumah Mas Joko Lamongan, sebuah usaha kuliner berbasis syariah yang terkenal di Limboto.

Penambahan studi kasus ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu akuntansi syariah, terutama dalam proses pembuatan pembukuan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dalam dunia bisnis nyata. Rumah Mas Joko Lamongan dipilih sebagai mitra karena komitmennya dalam menjalankan usaha kuliner yang sesuai dengan kaidah syariah, termasuk dalam hal keuangan dan pembukuan.

Menurut Ketua Program Studi Akuntansi Syariah Pak Bakri, M.Ak kolaborasi ini penting untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam mengelola pembukuan keuangan yang sesuai dengan ketentuan syariah. “Melalui studi kasus ini, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori akuntansi syariah, tetapi juga diberi kesempatan untuk langsung terlibat dalam proses pembuatan pembukuan yang mencakup pencatatan transaksi, pelaporan, serta analisis keuangan yang berlandaskan hukum syariah,” jelasnya.

Studi kasus ini melibatkan mahasiswa dalam melakukan pembukuan yang mencakup pencatatan transaksi harian, pengelolaan kas, dan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip syariah yang diajarkan di kelas. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk menganalisis keuangan usaha Rumah Mas Joko Lamongan, mulai dari pendapatan, pengeluaran, hingga distribusi laba yang sesuai dengan aturan-aturan syariah.

Pak Bakri menambahkan, bahwa pengukuran CPL melalui studi kasus ini sangat penting dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoretis tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja, terutama dalam industri berbasis syariah. “Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan dapat mempraktekkan ilmu yang mereka pelajari serta mempersiapkan diri dengan baik untuk terjun ke dunia kerja yang semakin membutuhkan tenaga profesional yang kompeten dalam akuntansi syariah,” imbuhnya.

Melalui program ini, Program Studi Akuntansi Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan industri, sekaligus berkomitmen untuk mencetak profesional akuntansi yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademis tetapi juga keterampilan praktis yang aplikatif dalam menjalankan usaha berbasis syariah.