Prodi Akuntansi Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo

Dua Dosen Akuntansi Syariah Raih Juara III Lomba Desain Riset Nasional ICMA dalam Rangka Hari Kemerdekaan RI

Gorontalo, Sabtu 17/08/2024, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Program Studi Akuntansi Syariah. Sri Apriyanti Husain, M.S.A. dan Juniaty Ismail, M.Si. berhasil meraih Juara III dalam Lomba Desain Riset diselenggarakan oleh Ikatan Cendekiawan Muda Akuntansi (ICMA) dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79.

Pada ajang tingkat nasional tersebut, kedua dosen mempresentasikan desain riset berjudul “Praktik Sistem Bagi Hasil Petani Jagung dalam Bingkai Moderasi Beragama (Studi pada Desa Multietnis Banuroja, Provinsi Gorontalo)”. Riset ini mengangkat praktik ekonomi dan akuntansi khususnya sistem bagi hasil yang memadukan nilai-nilai keadilan, gotong royong, dan toleransi dalam aktivitas pertanian jagung.

Dalam paparannya, tim menjelaskan bahwa Desa Banuroja merupakan salah satu desa multietnis di Provinsi Gorontalo yang dikenal dengan kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama. Kondisi tersebut menjadi latar yang menarik untuk mengkaji praktik sistem bagi hasil antara pemilik lahan dan penggarap yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana sistem bagi hasil petani jagung diterapkan dalam kehidupan masyarakat serta mengidentifikasi nilai-nilai moderasi beragama yang tercermin dalam hubungan kerja sama ekonomi tersebut. Hasil kajian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model ekonomi kerakyatan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengedepankan nilai keadilan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Sri Apriyanti Husain, M.S.A. menyampaikan bahwa sistem bagi hasil yang dipraktikkan masyarakat Banuroja menunjukkan adanya semangat saling percaya dan saling menguntungkan antara para pihak yang terlibat.

“Di tengah keberagaman yang ada, masyarakat mampu membangun kerja sama ekonomi yang harmonis. Nilai-nilai inilah yang menjadi cerminan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Juniaty Ismail, M.Si. menambahkan bahwa penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan pertanian dan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

“Desa Banuroja memberikan contoh nyata bagaimana keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun kesejahteraan bersama melalui praktik ekonomi yang adil dan inklusif,” jelasnya.

Keberhasilan meraih Juara III dalam kompetisi nasional ini menjadi bukti kapasitas dan dedikasi dosen Akuntansi Syariah dalam menghasilkan gagasan penelitian yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan masyarakat. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat kontribusi akademisi dalam mendukung pembangunan sosial-ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai moderasi beragama dan kearifan lokal.

Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta menghasilkan karya-karya ilmiah yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.
(SAH)